Pages

Kamis, 02 Desember 2010

TIPS PRE WEDDING OUTDOOR

Pre Wedding Photo Session, Poegoeh and Cisca
[BEHIND THE SCENE] Pre Wedding Photo Session, Poegoeh and Cisca - Sapu Lidi Bandung

GOLDEN RULE UNTUK MENDAPATKAN HASIL FOTO YANG BAIK
EXPRESI model, YA EXPRESI anda ini adalah FAKTOR UTAMA yang dapat membuat foto anda terlihat indah dipandang. Your SMILE sangat mewakilkan expresi kebahagiaan sang model. Moment pernikahan adalah moment kebahagiaan, usahakan untuk selalu tersenyum setiap saat. Tanpa Expresi yang baik, sehebat apapun fotografer akan sia sia belaka.

tanpa expresi yang baik, sehebat apapun fotografer akan sia sia ...

POSE (KOREO), KOSTUM + MAKE UP
Ini adalah faktor terpenting kedua yang bisa membuat foto anda terlihat bagus. Ya, Anda harus menyadari bahwa sebagian besar client anda bukan model professional yang pandai berpose. 

LOKASI PEMOTRETAN DAN CUACA
Ini faktor ketiga, pilihlah lokasi yang indah, sesuai dengan selera anda. Juga sesuaikanlah waktu pemotretan anda dengan keadaan cuaca ditempat pemotretan. Jangan sampai cuaca mendung dan hujan mengurangi keindahan foto-foto anda. Meski demikian, cuaca yang sedikit kurang optimal saat ini bisa kita koreksi dengan teknik olah digital.

FOTOGRAFER YANG BAIK DAN BERPENGALAMAN
Fotografer adalah ujung tombak dari semuanya, fotografer yang baik dan berpengalaman mampu mengarahkan semua elemen untuk menghasilkan foto yang baik dan artistik. Tugas fotografer bukanlah hanya sekedar menjepret, tapi juga sebagai director team untuk mengoptimalkan karya fotografinya.

Rumput Laut Bisa Cegah Diabetes



Peneliti dari Universitas Brawijaya Malang, Slamet Budi Cahyono mengatakan rumput laut berkhasiat untuk mencegah beberapa penyakit degeneratif, seperti diabetes dan jantung koroner. "Rumput laut mengandung antioksidan dan kaya serat alami yang bisa mencegah penyakit degeneratif," katanya usai menjadi pembicara dalam "Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Penelitian Kampus Mahasiswa 2010" di Semarang, Jumat.

Menurut dia, rumput laut juga mudah didapatkan di Indonesia, karena bisa ditemui di sepanjang perairan Aceh hingga Papua sehingga masyarakat bisa dengan mudah membuat rumput laut menjadi berbagai olahan yang berkhasiat.

Ia mencontohkan penelitiannya tentang rumput laut yang diolah menjadi mi yang telah meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, mi dari rumput laut memiliki kelebihan dibandingkan mi biasa. "Rumput laut memiliki kemampuan mengikat yodium sehingga kandungan zat tersebut dapat terjaga selama proses pemanasan. Proses pemasakan mi bisa melarutkan yodium dalam garam, namun tidak demikian untuk mi rumput laut," katanya.

Rumput laut, kata dia, justru bisa mengikat yodium yang berkhasiat mencegah penyakit gondok, meski dipanaskan dalam waktu yang cukup lama sehingga lebih menguntungkan dibandingkan mi instan yang hanya terbuat dari terigu. "Dengan menggunakan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan mi, maka konsumsi tepung terigu yang banyak digunakans ebagai bahan baku dalam pembuatan mi instan bisa ditekan hingga 40 persen," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, bahan bakunya, yakni rumput laut mudah didapatkan sehingga cukup bernilai ekonomis bagi masyarakat yang ingin berinovasi membuat mi dari varian lain, terutama rumput laut.

Ia mengakui ide awal penelitiannya tersebut didasari atas ketidaksukaannya mengonsumsi nasi sehingga beralih pada pengonsumsian mi instan, namun pengonsumsian mi instan secara berkepanjangan ternyata berdampak tidak baik. "Saya akhirnya sadar bahwa mengonsumsi mi instan dalam waktu lama bisa berdampak buruk. Karena itu, saya coba meneliti pembuatan mi dengan varian baru hingga akhirnya memilih rumput laut," kata Slamet.

Mi rumput laut hasil inovasi Slamet tersebut ternyata berhasil mendapatkan berbagai penghargaan selama empat tahun berturut-turut, yakni juara 1 pada ajang Technopreneurship di Amerika Serikat pada 2007. Kemudian, juara 1 dalam ajang Food Technology di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2008, penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Produk Inovatif pada 2009, dan terakhir penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Pemuda Berprestasi dan Pelopor di Bidang Bahari.

Hati - hati, Obesitas Juga Bisa Membuat Dompet Kita Sakit



WASHINGTON--Obesitas tak hanya merugikan kesehatan tubuh, juga dompet kita. Sebuah penelitian yang dihajat tim ilmuwan dari George Washington University menyebutkan, tagihan medis lebih tinggi untuk orang dengan obesitas ketimbang mereka dengan berat badan normal. Tak main-main, angka ekstra yang harus dibayar pertahun oleh mereka, termasuk kehilangan produktivitas bahkan kebutuhan untuk bensin ekstra, adalah sebesar 4.879 dolar AS untuk wanita dan 2.646 dolar AS bagi pria.

Mengapa angkanya berbeda antara pria dan wanita? Studi menunjukkan wanita obesitas mendapatkan penghasilan lebih sedikit dari wanita kurus, sedangkan pada pria, berat badan tak berpengaruh pada penghasilan. "Itu kejutan besar," kata profesor kebijakan kesehatan, Christine Ferguson.

Namun angka-angka ini sesuai dengan penelitian lainnya dan tidak mengherankan, kata Dr Kevin Schulman, seorang profesor obat-obatan dan ekonom kesehatan di Universitas Duke yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dua pertiga dari warga Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan atau gemuk, dan obesitas anak telah meningkat tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Hampir 18 persen dari remaja di As mengalami obesitas, yang mengantarkan mereka pada risiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Menurut penelitian ini, publik sebaiknya mempertimbangkan nilai pengeluaran untuk mencegah dan melawan obesitas, kata Dr Schulman. "Kita membayar harga yang sangat tinggi untuk obesitas, dan mengapa tidak kita berpikir tentang hal ini sebagai persoalan sangat besar terhadap perekonomian kita?" ia bertanya.

Sebuah studi besar diterbitkan tahun lalu menemukan rata-rata pengeluaran medis lebih besar 1.400 dolar AS setahun untuk obesitas daripada orang dengan berat badan normal. Obesitas juga kerap dihubungkan dengan kematian lebih awal.

Sumber : Republika

Kapan Waktu Tepat Nikmati Kopi?





Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang. Selain nikmat, kopi turut memberikan manfaat bagi tubuh. Kebiasaan yang selama ini dilakukan, kopi disajikan saat pagi hari dan menjelang malam. Namun, pertanyaan yang muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk menyajikan secangkir kopi hangat?

Riset yang dipimpin oleh Professor Charles Spence dari Department of Experimental Psychology, Oxford University berhasil mengungkapkan dormula jitu guna menghadirkan manfaat kopi. Resep itu kemudian diberi nama Elevens.

Formula elevens merupakan gabungan unsur F (rasa), E (lingkungan), P (tempat), C (Kopi), T (waktu) dan M (momen). Profesor Chrales kemudian menggabungkan setiap elemen menjadi rumus sebagai berikut : M = 0.5 x F + (0.5 x E + 0.3 x P + 0.15 x C + 0.05 x T.

Dari hasil risetnya, Profesor Spense mengungkapkan jam 11 pagi merupakan waktu terbaik untuk menyajikan secangkir kopi hangat. Hasil ini kemudian dituliskan dalam laporan berjudul 'Changing Tastes.' Buku ini turut menjelaskan bagaimana peneliti menyadari pentingnya faktor eksternal seperti lingkungan, interpretasi pikiran tentang rasa dan kenikmatan.

"Formula menggambarkan bagaimana menciptakan momen yang tepat untuk menyajikan kopi di rumah dan kantor. Kami mengerti waktu mempengaruhi rasa," tukasnya.

Dia juga melihat kondisi sensor motorik turut berpengaruh terhadap interpretasi rasa saat menikmati kopi, makanan ataupun minuman lain.

Sementara itu, Kevin Gould, Food Futurologist mengatakan, riset yang dikerjakan Professor Spense sangat penting guna menemukan kenikmatan sejati saat menyantap makanan atau minuman.

sumber : republika