Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Rumput Laut Bisa Cegah Diabetes



Peneliti dari Universitas Brawijaya Malang, Slamet Budi Cahyono mengatakan rumput laut berkhasiat untuk mencegah beberapa penyakit degeneratif, seperti diabetes dan jantung koroner. "Rumput laut mengandung antioksidan dan kaya serat alami yang bisa mencegah penyakit degeneratif," katanya usai menjadi pembicara dalam "Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Penelitian Kampus Mahasiswa 2010" di Semarang, Jumat.

Menurut dia, rumput laut juga mudah didapatkan di Indonesia, karena bisa ditemui di sepanjang perairan Aceh hingga Papua sehingga masyarakat bisa dengan mudah membuat rumput laut menjadi berbagai olahan yang berkhasiat.

Ia mencontohkan penelitiannya tentang rumput laut yang diolah menjadi mi yang telah meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, mi dari rumput laut memiliki kelebihan dibandingkan mi biasa. "Rumput laut memiliki kemampuan mengikat yodium sehingga kandungan zat tersebut dapat terjaga selama proses pemanasan. Proses pemasakan mi bisa melarutkan yodium dalam garam, namun tidak demikian untuk mi rumput laut," katanya.

Rumput laut, kata dia, justru bisa mengikat yodium yang berkhasiat mencegah penyakit gondok, meski dipanaskan dalam waktu yang cukup lama sehingga lebih menguntungkan dibandingkan mi instan yang hanya terbuat dari terigu. "Dengan menggunakan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan mi, maka konsumsi tepung terigu yang banyak digunakans ebagai bahan baku dalam pembuatan mi instan bisa ditekan hingga 40 persen," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, bahan bakunya, yakni rumput laut mudah didapatkan sehingga cukup bernilai ekonomis bagi masyarakat yang ingin berinovasi membuat mi dari varian lain, terutama rumput laut.

Ia mengakui ide awal penelitiannya tersebut didasari atas ketidaksukaannya mengonsumsi nasi sehingga beralih pada pengonsumsian mi instan, namun pengonsumsian mi instan secara berkepanjangan ternyata berdampak tidak baik. "Saya akhirnya sadar bahwa mengonsumsi mi instan dalam waktu lama bisa berdampak buruk. Karena itu, saya coba meneliti pembuatan mi dengan varian baru hingga akhirnya memilih rumput laut," kata Slamet.

Mi rumput laut hasil inovasi Slamet tersebut ternyata berhasil mendapatkan berbagai penghargaan selama empat tahun berturut-turut, yakni juara 1 pada ajang Technopreneurship di Amerika Serikat pada 2007. Kemudian, juara 1 dalam ajang Food Technology di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2008, penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Produk Inovatif pada 2009, dan terakhir penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Pemuda Berprestasi dan Pelopor di Bidang Bahari.

Hati - hati, Obesitas Juga Bisa Membuat Dompet Kita Sakit



WASHINGTON--Obesitas tak hanya merugikan kesehatan tubuh, juga dompet kita. Sebuah penelitian yang dihajat tim ilmuwan dari George Washington University menyebutkan, tagihan medis lebih tinggi untuk orang dengan obesitas ketimbang mereka dengan berat badan normal. Tak main-main, angka ekstra yang harus dibayar pertahun oleh mereka, termasuk kehilangan produktivitas bahkan kebutuhan untuk bensin ekstra, adalah sebesar 4.879 dolar AS untuk wanita dan 2.646 dolar AS bagi pria.

Mengapa angkanya berbeda antara pria dan wanita? Studi menunjukkan wanita obesitas mendapatkan penghasilan lebih sedikit dari wanita kurus, sedangkan pada pria, berat badan tak berpengaruh pada penghasilan. "Itu kejutan besar," kata profesor kebijakan kesehatan, Christine Ferguson.

Namun angka-angka ini sesuai dengan penelitian lainnya dan tidak mengherankan, kata Dr Kevin Schulman, seorang profesor obat-obatan dan ekonom kesehatan di Universitas Duke yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dua pertiga dari warga Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan atau gemuk, dan obesitas anak telah meningkat tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Hampir 18 persen dari remaja di As mengalami obesitas, yang mengantarkan mereka pada risiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Menurut penelitian ini, publik sebaiknya mempertimbangkan nilai pengeluaran untuk mencegah dan melawan obesitas, kata Dr Schulman. "Kita membayar harga yang sangat tinggi untuk obesitas, dan mengapa tidak kita berpikir tentang hal ini sebagai persoalan sangat besar terhadap perekonomian kita?" ia bertanya.

Sebuah studi besar diterbitkan tahun lalu menemukan rata-rata pengeluaran medis lebih besar 1.400 dolar AS setahun untuk obesitas daripada orang dengan berat badan normal. Obesitas juga kerap dihubungkan dengan kematian lebih awal.

Sumber : Republika

Kapan Waktu Tepat Nikmati Kopi?





Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang. Selain nikmat, kopi turut memberikan manfaat bagi tubuh. Kebiasaan yang selama ini dilakukan, kopi disajikan saat pagi hari dan menjelang malam. Namun, pertanyaan yang muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk menyajikan secangkir kopi hangat?

Riset yang dipimpin oleh Professor Charles Spence dari Department of Experimental Psychology, Oxford University berhasil mengungkapkan dormula jitu guna menghadirkan manfaat kopi. Resep itu kemudian diberi nama Elevens.

Formula elevens merupakan gabungan unsur F (rasa), E (lingkungan), P (tempat), C (Kopi), T (waktu) dan M (momen). Profesor Chrales kemudian menggabungkan setiap elemen menjadi rumus sebagai berikut : M = 0.5 x F + (0.5 x E + 0.3 x P + 0.15 x C + 0.05 x T.

Dari hasil risetnya, Profesor Spense mengungkapkan jam 11 pagi merupakan waktu terbaik untuk menyajikan secangkir kopi hangat. Hasil ini kemudian dituliskan dalam laporan berjudul 'Changing Tastes.' Buku ini turut menjelaskan bagaimana peneliti menyadari pentingnya faktor eksternal seperti lingkungan, interpretasi pikiran tentang rasa dan kenikmatan.

"Formula menggambarkan bagaimana menciptakan momen yang tepat untuk menyajikan kopi di rumah dan kantor. Kami mengerti waktu mempengaruhi rasa," tukasnya.

Dia juga melihat kondisi sensor motorik turut berpengaruh terhadap interpretasi rasa saat menikmati kopi, makanan ataupun minuman lain.

Sementara itu, Kevin Gould, Food Futurologist mengatakan, riset yang dikerjakan Professor Spense sangat penting guna menemukan kenikmatan sejati saat menyantap makanan atau minuman.

sumber : republika

Kesehatan Bayi Ditentukan Pola Makan Pra Kehamilan


LONDON--Penelitian baru mengungkapkan, makan banyak buah dan sayuran sebelum kehamilan bisa meningkatkan kelahiran bayi dengan berat badan yang sehat. Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi tiga atau lebih sayuran berdaun dalam tiga bulan sebelum hamil, memiliki risiko 50 persen lebih sedikit untuk melahirkan bayi dengan berat badan kecil. Makan buah juga menurunkan risiko itu. Begitu juga mengonsumsi minyak ikan tiga kali seminggu, seperti dikutip dari Independent.

Bayi yang lahir dengan berat badan kecil untuk umur mereka diperkirakan separuh dari semua bayi yang mati waktu lahir. Sementara, mereka yang hidup memiliki kesempatan lebih tinggi mengembangkan penyakit jantung dan diabetes saat mereka lebih tua. Penelitian terakhir melibatkan lebih dari 3.500 perempuan dari Auckland, Selandia baru, Manchester, London dan Cork di Irlandia.

Penelitian itu dipublikasikan dalam "BJOG," jurnal internasional kebidanan dan ginekologi. Para peneliti mengatakan setidaknya makan sayuran berdaun hijau sehari sebelum pembuahan mengurangi risiko kelahiran bayi dengan berat badan kurang.

Bagaimanapun juga, perempuan yang makan buah kurang dari sekali seminggu memiliki risiko ganda untuk melahirkan bayi dengan berat badan kecil. "Pesannya adalah, lebih sedikit makanan cepat saji, lebih banyak buah segar dan buah-buahan," kata Philip Steer, pemred BJOG.


SUMBER : REPUBLIKA

Tahap yang Perlu Disiapkan Sebelum Hamil




Memiliki anak merupakan harapan hampir semua pasangan suami istri. Sayang, tak sedikit pasangan yang ogah memperhitungkan segala sesuatunya ketika berencana hamil. Akibatnya, ketika kehamilan itu datang kebanyakan pasangan tidak siap lalu berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kehamilan merupakan episode perubahan kondisi fisik dan psikologis yang kompleks bagi seorang wanita yang pernah mengalaminya. Karena itu, perlu adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi," tegas Psikolog Rose Mini, yang akrab disapa Mbak Romi, saat berbicara dalam seminar bertajuk "Lactamil With You in You Motherhood Journey yang berlangsung di Jakarta, akhir pekan lalu.

Rose mini menuturkan, banyak tugas yang harus dilakukan ibu pada masa kehamilan. Tugas itu antara lain menerima kehamilannya, membina hubungan dengan janin, menyesuaikan perubahan fisik, menyesuaikan perubahan hubungan suami istri dan persiapan melahirkan dan menjadi orang tua. "Tak sedikit yang meremehkan tugas-tugas ini lho," kata dia.

Namun, kata Romi, hal yang juga penting adalah pengetahuan pasangan terhadap kondisi psikologis calon ibu ketika memasuki usia hamil dan paska melahirkan. Kondisi psikologis itu terbagi menjadi empat tahap, antara lain tahap trimester pertama, tahap trimester kedua, tahap trimester ketiga dan paska melahirkan. Menurutnya, pengetahuan terhadap empat tahapan psikologis tadi menjadi modal kuat untuk merencanakan kehamilan.

Romi menjelaskan pada tahapan trimester pertama, seorang calon ibu bisanya mengalami kecemasan dimana kebahagiaan bercampur aduk dengan keraguan. Karena itu terjadi fluktuasi emosi sehingga periode ini mempunya resiko tinggi untuk terjadinya pertengkaran atau rasa tidak nyaman.

Disamping itu, tahapan itu juga ditandai dengan keberadaan morning sickness dan perubahan hormonal. "Terkait gejala pada tahapan ini, ada baiknya pasangan berkonsultasi pada ahlinya," kata dia.

Tahapan selanjutnya, lanjut Rose Mini menjelaskan, kondisi psikologi calon ibu mulai membaik. Menurutnya, pada tahapan trimester kedua, kondisi psikologis calon ibu mulai tenang dan mulai beradaptasi. Meski begitu, perhatian calon ibu mulai bergeser pada perhatian terhadap perubahan bentuk tubuh, kebutuhan seksual, hubungan antara keluarga dan bayi yang dikandungnya.

"Tak sedikit calon ayah yang tidak memahami tentang kebutuhan seksusal sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter," ungkapnya.

Ia menambahkan, pada tahapan ini pula, calon ibu mulai melihat dan meniru peran ibu. Disamping itu, ketergantungan terhadap pasangan semakin meningkat. Sebabnya, Rose meminta calon ayah untuk dapat senantisa mengerti dan memahami kondisi psikologis istrinya.

Pahami

Pada tahap kehamilan terakhir, trimester ketiga, Romi mengingatkan agar pasangan jauh lebih memahami calon ibu. Pasalnya, pada tahapan tersebut, stres meningkat kembali. Hal itu dikarenakan kondisi kehamilan yang semakin membesar. "Kondisi itu tidak jarang memunculkan masalah seperti posisi tidur yang kurang nyaman dan mudah terserang rasa lelah," ungkapnya.

Disamping itu, kata Romi, emosi calon ibu juga kembali fluktuatif karena berkaitan dengan bayangan resiko kehamilan dan proses persalinan. "Sebagian ibu mungkin berpikir kira-kira anak saya seperti apa, dan lain-lain," ungkapnya.

Khusus tahapan terakhir, dia melihat kondisi rumah sangat berperan dalam menangani kondisi psikologis calon ibu paska melahirkan. Pada tahapan tersebut ibu mengalami kondisi berupa reaksi emosional yang sifatnya sementara dan dapat dialami ibu yang melahirkan pada satu minggu pertama.

"Ketika bayi lahir, ibu baru kembali harus beradaptasi. Beruntunglah, pada budaya kita tidak memungkinkan ibu ditinggal sendiri. Banyak keluarga yang menunggu sehingga cukup membantu ibu untuk menghadap kondisi psikologis. Sementara di negara barat, sebagian besar ibu ditinggal sendirian sehingga rentan terkena sindrom baby blues," ungkapnya.

Meski demikian, Rose melihat setiap tahapan bisa ditangani dengan cara yang cukup mudah. Pertama, perbanyak informasi sebanyak-banyaklah dari lingkungan dan keluarga. Cara kedua, diskusikan dengan pasangan dan keluarga.

"Cara yang paling efektif memang perbanyaklah informasi dan diskusi yang melibatkan pasangan. Dengan begitu, terdapat kesamaan tindakan yang mengarah pada penyelesaian masalah," tegasnya.

Sumber : Republika

Makanan Yang Dapat Meningkatkan & Menurunkan Kualitas Sperma




Jika ingin cepat memiliki keturunan, bukan hanya gaya bercinta saja yang menjadi perhatian Anda dan suami. Asupan nutrisi juga tidak kalah penting dan memberikan pengaruh kepada kesuburan.

Seperti yang dikutip dari msn, bahwa memakan makanan tertentu bisa meningkatkan kesuburan seorang pria. Tidak ada salahnya Anda sebagai istri menyajikan makanan yang bisa meningkatkan kesuburan sang suami. Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari oleh suami.

Konsumsi:

1. Buah-buahan
Nutrisi seperti folat, vitamin C dan lycopene hanya dapat ditemukan dalam buah-buahan seperti strawberry, jeruk, pepaya dan lainnya. Menurut hasil sebuah studi yang terdapat dalam jurnal Fertility and Sterility, nutrisi-nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Para peneliti berspekulasi bahwa antioksidan dapat memperbaiki kualitas sperma.

2. Ikan
Kandungan asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan terbukti dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, seperti yang disarankan oleh jurnal Lipid Research. Peneliti dari University of Illinois menemukan bahwa tikus yang mengkonversi asam alpha-linoleat (ALA) ke dalam DHA omega-3 tampak lebih subur. Meskipun demikian, penelitian ini masih dini untuk memberikan rekomendasi seberapa banyak pasangan Anda dapat mengkonsumsi omega-3.

Hindari:

1. Soda
Sebuah studi 2010 Denmark menemukan bahwa mengonsumsi soda dapat mengurangi kualitas sperma. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih dari 20 kaleng soda seminggu atau tiga kaleng dalam sehari cenderung memiliki jumlah sperma yang sedikit.

2. Kacang Kedelai
Sebuah penelitian dalam jurnal Endokrinologi Molekuler and Cellular menjelaskan bahwa mengonsumsi kacang kedelai untuk jangka panjang, dapat menurunkan jumlah sperma. Penelitian tersebut dilakukan terhadap tikus jantan dan menunjukkan bahwa kedelai yang dikonsumsi setiap hari dapat menurunkan 25 persen sperma dari jumlah normal. Para ilmuwan juga mencatat perubahan dalam gen yang terlibat dalam motilitas sperma pada tikus yang mengkonsumsi kedelai. Para peneliti menduga bahwa isoflavon kedelai dapat menurunkan kualitas sperma.

sumber : detik

Cegah Penyusutan Otak Dengan Berjalan kaki




Berjalan kaki setidaknya sejauh enam mil dalam satu pekan boleh jadi merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyusutan otak dan melawan demensia, menurut sejumlah peneliti Amerika Serikat, Rabu.

Sebuah penelitian terhadap hampir 300 orang di Pittsburgh, Amerika Serikat, yang terus mencatat berapa jauh mereka berjalan kaki setiap pekan, menunjukkan bahwa mereka yang berjalan setidaknya enam mil atau 9,6 kilometer lebih sedikit mengalami penyusutan otak yang terkait usia daripada orang yang berjalan kurang dari itu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Penyusutan ukuran otak di masa dewasa akhir dapat menyebabkan masalah pada daya ingat. Hasil penelitian kami seharusnya mendorong dirancangnya suatu latihan fisik yang baik bagi orang lanjut usia sebagai sebuah pendekatan yang menjanjikan untuk mencegah demensia dan penyakit Alzheimer, "kata Kirk Erickson dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, yang penelitiannya muncul di jurnal Neurologi.

Penyakit Alzheimer, bentuk paling umum dari demensia, perlahan-lahan membunuh sel-sel otak, dan kegiatan seperti berjalan kaki telah terbukti meningkatkan volume otak.

Erickson dan rekan-rekannya melakukan penelitian untuk melihat apakah orang yang banyak berjalan kaki memiliki nilai tawar yang lebih baik untuk memerangi penyakit itu.

Mereka melakukan penelitian pada 299 sukarelawan yang bebas penyakit demensia dan mencatat secara rutin berapa jauh mereka berjalan dalam satu pekan.

Sembilan tahun kemudian, para peneliti itu mengambil foto otak dari setiap sukarelawan untuk mengukur volume otak mereka. Setelah empat tahun lagi, mereka kembali melakukan pengujian untuk melihat

jika ada sukarelawan yang mengalami kerusakan kognitif atau menderita demensia.

Mereka menemukan bahwa orang yang berjalan kaki kira-kira enam sampai sembilan mil atau 9,6 km -14,4 km dalam sepeka, memiliki resiko terserang gangguan daya ingat lima puluh persen lebih rendah dari mereka yang berjalan kaki kurang dari itu dalam sepekan.

"Hasil penelitian kami sejalan dengan data yang menyebutkan bahwa kegiatan aerobik menginduksi sejumlah sel-sel kaskada yang dapat

meningkatkan volume materi abu-abu," menurut tim peneliti itu.

Mereka mengatakan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai dampak latihan pada penderita demensia, tetapi dengan tidak adanya pengobatan efektif bagi Alzheimer, berjalan kaki mungkin adalah satu hal yang dapat dilakukan untuk membantu.

"Jika olahraga teratur bagi orang paruh baya dapat meningkatkan kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat dan berpikir di kemudian hari, itu cukup menjadi salah satu alasan untuk melakukan olahraga secara teratur pada setiap golongan usia, sebuah upaya peningkatan kesehatan masyarakat," kata Erickson.

Saat ini tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan Alzheimer, yang mempengaruhi lebih dari 26 juta orang di dunia.

sumber : antara

Ingin Otak Anda Berkembang, Sayangilah Anak Anda




Kepercayaan yang populer di tengah masyarakat menunjukkan, kemampuan otak perempuan akan menurun selama kehamilan dan setelah melahirkan. Namun hasil penelitian membuktikan sebaliknya. Penemuan itu dipublikasikan di Journal Behavioural Neuroscience.

Penelitian yang dipublikasikan oleh American Psycological Association itu menemukan bahwa otak dari seorang ibu yang baru melahirkan akan semakin berkembang karena ia harus belajar menyesuaikan diri dengan anaknya yang baru lahir. Uniknya lagi, ibu yang mencurahkan segenap perhatian kepada anaknya akan mengalami perkembangan paling tinggi pada bagian utama dari otak, demikian di kutip The Telegraph edisi Rabu (20/10).

Para peneliti dari National Institute of Mental Health, di Maryland, Amerika Serikat memindai otak dari 19 perempuan yang melahirkan 10 bayi laki-laki dan sembilan bayi perempuan.

Perbandingan gambar hasil pemindaian yang dilakukan pada tiga sampai empat bulan setelah melahirkan, menunjukan bahwa volume 'grey matter' bertambah dalam jumlah yang meski kecil tetapi sangat signifikan pada beragam bagian otak.

'Grey matter' adalah komponen utama dari sistem syaraf pusat yang berfungsi untuk menyalurkan ransangan sensoris dan motoris antarneuron untuk meciptakan reaksi atas ransangan yang telah diterima tubuh.

Lazimnya pada orang dewasa, 'grey matter' tidak akan berubah dalam beberapa bulan tanpa proses belajar yang signifikan, cidera otak atau karena penyakit, dan akibat perubahan yang pada lingkungan.

Para peneliti berspekulasi bahwa tingkat hormon dan tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan setelah memiliki anak telah mendorong produksi sel otak.

Wilayah-wilayah dalam otak yang tercakup dalam perkembangan itu adalah pertama hypotalamus yang mengatur motivasi, kedua amygdala, indera, dan lobus parietal tempat proses penghormatan dan emosi, dan yang terakhir korteks prefrontal yang mengatur penalaran dan penilaian.

Menurut dua pakar ilmu syaraf, Dr Craig Kinsley dan Dr Elizabeth Meyer, motivasi untuk membesarkan anak dan karakter keibuan yang tampak dari seorang ibu mungkin bukan hasil dari insting tetapi lebih kepada hasil pengembangan otak.

Ibu yang sangat mencintai anaknya dan menjuluki buah hatinya itu sebagai si spesial, cantik, sempurna, ideal mengalami perkembangan otak yang lebih besar ketimbang mereka yang tidak begitu 'jatuh cinta' pada anaknya.

Meki penelitian itu masih harus diteliti kembali dengan jumlah sampel yang lebih banyak, penemuan itu telah menimbulkan pertanyaan tentang interaksi antara ibu dan anak.


sumber : Antara

Bila Anak tak Ingin Overdosis, Jangan Asal Pakai Sendok


Berhati-hatilah memberi obat kepada anak, terutama bayi. Parasetamol cair untuk anak di bawah usia lima tahun misal, bila diberikan kepada bayi akan berisiko kelebihan dosis.

Situasi itu ternyata diperparah oleh ketidakmampuan orang tua memberi anak-anak mereka dosis tepat dari obat cair, demikian klaim para periset Australia. Menggunakan sendok makan biasa untuk mengukur--sebagai satu kebiasaan--dianggap berpotensi membahayakan anak-anak, demikian ungkap mereka.

Anak-anak di bawah usia lima tahun adalah kelompok paling berisiko mengalami overdosis. Berdasar sebuah studi yang dilakukan di Lisbon terhadap 97 oran dewasa mengungkap 61 persen dari mereka salah mengukur dosis dengan rincian, 17 persen dari 61 persen kelebihan mengukur dosis dan 44 persen sisanya tidak cukup memberi dosis.

Ilmuwan dari Universitas Sidney, Dr Rebekah Moles, meminta 97 orang yang mengunjungi pusat pengasuhan anak untuk balita di kota mengikuti studi tersebut. Komposisi responden yakni, 53 persen adalah ibu, tujuh orang lagi adalah ayah dan sisanya staf di pusat pengasuah tersebut.

Periset memberi mereka kuis sejumlah skenario, yang menanyakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Sebagai contoh, mereka diberitahu bahwa anak terkecil mengalami panas tinggi dan demam namun tetap minum, makan dan bahkan bermain.

Kemudian beberapa obat penyembuhan diberikan dalam kuis bersama dengan pilihan sendok dan peralatan pengukur dosis lain. Para relawan diminta memilih pada kondisi mana mereka akan menggunakan obat untuk anak mereka dan bagaimana cara mengukur dosis tersebut.

Berdasar seluruh skenario yang diberikan dalam kusi, kata Moles, 61 partisipan ternyatan memberi dosis tidak tepat. "Bahkan kami menemukan 7 persen relawan akan memberi obat tanpa memeriksa dulu temperatur si bocah sedangkan 46 persen akan memberi obat ketika temperatur kurang dari 38 derajat Celsius," ujarnya. Total, kata dia, hanya 14 persen yang mampu menjawab skenario pengobatan dengan tepat.

"Kami terkejut sekaligus prihatin atas temuan ini. Setiap orang ternyata berpikir obat-obatan tentunya aman karena mereka dapat dibeli di toko tanpa resep," ujarnya.

Sebagai contoh, seorang orang tua berkata pada periset bahwa Panadol (penghilang nyeri berbasis parasetamol) yang mudah diperoleh, tak akan berbahaya bila dosis digandakan. "Kondisi ini mendesak untuk dikaji ulang agar orang tua tak mudah memberi obat yang dijual bebas kepada anak-anak tanpa perhatian," ujar Moles.

"Kami mendapat pengakuan itu dengan cara menjadikan seorang periset sebagai pembeli misterius dengan mendatangi farmasi. Kami melihat saran apa yang diberikan apoteker ketika kami mengajukan skenario seperti dalam kuis," tutur Moles.

Neal Patel, pakar farmasi dari Masyarakat Farmasi Inggris, mengatakan sungguh penting untuk orang tua memberi anak mereka dosis yang tepat. "Jika mereka tidak yakin terhadap dosis bagi anak-anaknya mereka harus melihat petunjut pada kemasan atau mencari saran dari apoteker setempat," ujarnya.

"Obat-obatan selalu dipasok dalam kemasan yang menandakan untuk anak dan orang tua seharusnya dapat mencegah kecelakaan overdosis terhadap anak-anak dengan selalu menempatkan obat di luar jangkauan dan mata anak," ujarnya Patel menekankan.

"Obat harus diberikan dengan seksama menggunakan sendok takar atau pengukur dosis lain, demi memastikan anak tidak menerima dosis lebih atau kurang dari yang dianjurkan," ujarnya.

"Sendok makan biasa tak seharusnya digunakan sebagai pengganti sendok takar, karena mereka tidak bisa mengukur jumlah obat cair secara akurat," imbuhnya. Riset terhadap 97 orang dewasa itu dijadwalkan untuk dipublikasikan pada publik pada pekan ini.


sumber : republika online

Dampak Mandi Sehabis Begadang Menyebabkan Kematian

Buat yang suka begadang, pasti tau kalo begadang sangat tidak baik buat kesehatan. Bahkan kurang tidur bisa menyebabkan kematian, di tambah lagi kalo setelah begadang langsung mandi. Katanya bisa kena “Masuk Angin Stadium 5″ loh..!!

Dampak Kurang Tidur dan Mandi setelah Begadang bisa Menyebabkan Kematian.


Selain itu, kalo mandi sehabis begadang juga beresiko terkena paru-paru basah dan Angin Duduk (gue masih belum ngerti tuh penyakit) yang bisa berakibat fatal, bahkan meninggal mendadak. Abis mandi lemes, pusing trus tidur tapi gak bangun lagi, serem kan..?

Ada sebuah cerita pengalaman nyata :
Mahasiswa seni rupa ITB yang ngerjain tugas akhir sambil begadang, dan pas besoknya mau presentasi buat sidang akhir, dia pulang dulu sekalian mandi, ternyata dia meninggal. Bener-bener yang namanya “tugas akhir” tuh.

Untuk penjelasan secara logis tentang sehabis begadang langsung mandi sederhananya adalah seperti ini :

Tubuh kamu yg begadang itu sebenarnya melakukan banyak aktivitas yg seharusnya pada waktu itu harus segera di istirahatkan.
Karena banyak aktivitas yg terjadi di dalam tubuh kita, tanpa kita sadari terjadi pemanasan dari dalam tubuh kita.
Nah, bayangin aja kalo dari suhu tubuh yg panas tiba2 disiram dengan air di pagi hari yg suhunya jauh lebih dingin ketimbang suhu tubuh kamu, apa yg akan terjadi ??
yups, benar … Penurunan suhu tubuh yg sangat drastis dan spontan. Sedangkan tubuh kita tidak dirancang untuk itu.

Kejadian itu mempunyai logis yg sama halnya dengan “terjun dari ketinggian yg menggunakan parasut” dan “terjun tanpa menggunakan parasut” .
Bisa membayangkan apa akibatnya ?? sangat jauh berbeda bukan ??

Makanya sangat dilarang untuk tidak langsung mandi disaat setelah begadang.. Karena berbahaya…!!!

Jadi kalo bisa setelah begadang jangan langsung mandi, usahain tidur walaupun cuma 10 menit. Niat aja tidur bentar, paling bablas nyampe 10 jam. Tapi lebih baik dari pada terkena dampak Mandi Sehabis Begadang buat tubuh gak baik, bahkan menyebabkan kematian. Iya toh.. Arie Pinoci terkait Bahaya Sehabis Begadang Langsung Mandi.



Sumber : kaskus.us

Di Indonesia Ternyata Dokter dan Pasien Simpan Rasa Saling Curiga




Pelayanan kesehatan di Indonesia bagaikan fenomena "David versus Goliath" dengan pasien sebagai David dan dokter bagaikan Goliath. "David lawan Goliath, fenomena si kecil melawan si besar, proletar lawan borjuis yang tidak pernah ada titik temunya," kata Prof Dr Herkutanto SH, LLM, guru besar tetap pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Dalam fenomena itu, pasien dan dokter lebih mengedepankan konflik dan ketidakpercayaan. "Kebenaran suatu peristiwa sering kali diabaikan," kata saksi ahli kasus RS Internasional Omni versus Prita itu.

Seharusnya, lanjut dia, pasien percaya bahwa dokter akan bekerja untuk kepentingan pasien, sedangkan dokter percaya bahwa pasien beritikad bekerja sama.

Ia mengakui banyak masyarakat bersikap skeptis terhadap hubungan pasien dengan dokter seperti itu. "Hal inilah yang mengakibatkan lunturnya hubungan ideal antara pasien dan dokter," katanya dalam lokakarya Peran Kemitraan Dalam Hubungan Dokter dan Pasien Bagi Media Massa itu.

Untuk itu, saran dia, diperlukan komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien untuk menghindari saling curiga. "Kalau pasien tidak bisa diajak berkomunikasi, bicaralah dengan keluarganya," katanya.

Herkutanto mengemukakan bahwa Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran berprinsip memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

"Kalau ada yang melanggar prinsip-prinsip itu maka ada instansi sendiri yang menanganinya," kata Ketua Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan DKI Jakarta itu.

Pada tingkat nasional, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) memiliki lembaga independen berupa Majelis Kehormatan dan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

"MKDKI ini merupakan instrumen perlindungan utama bagi masyarakat dari tenaga medis yang tidak profesional," kata Herkutanto.

MKDKI hanya menangani pengaduan masyarakat terhadap praktik kedokteran yang dilakukan dokter pemegang Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan KKI.

Setiap dokter yang menjalankan tindakan dan praktik kedokteran wajib memiliki STR dan surat izin praktik. Hingga saat ini KKI telah mengeluarkan sedikitnya 126 ribu STR.

"Tidak semua sarjana lulusan Fakultas Kedokteran memiliki STR dan SIP. Bagi orang yang melakukan tindakan dan praktik kedokteran tanpa dilengkapi STR dan SIP bisa dikenai hukuman selama lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta sebagaimana diatur dalam UU Nomor 29/2004," katanya.


sumber : republika

10 Kebiasaan yang tak disadari bisa merusak Gigi Kita

Jangan merasa sombong dulu jika ngerasa gigi anda cukup sehat, coba perhatikan lagi apakah tidak pernah merasa ngilu ketika makan dingin, panas atau manis ?
Jika gigi mulai menguning akibat kebiasaan ngopi, atau gusi terlihat menipis, itu tandanya kita juga tengah mengalami masalah gigi yang serius. Untuk itu, perhatikan kebiasaan-kebiasaan berikut untuk mengetahui apakah kesehatan gigi sudah cukup terjaga.


1. Menggosok gigi terlalu keras
Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras, ditambah lagi dengan tekanan yang terlalu kuat saat menggosok gigi, bisa menghilangkan enamel pelindung gigi secara permanen. Hal inilah yang memicu gigi sensitif dan lubang gigi, sertanya menyebabkan gusi mundur (menipis). Disarankan, gunakan sikat gigi dengan bulu halus, lalu gosok gigi dengan gerakan memutar selama 2 menit, sedikitnya dua kali sehari. Sikat gigi dengan kepala yang ramping dapat bergerak dengan mudah di dalam mulut yang kecil, sedangkan gagang sikat yang panjang lebih mampu menjangkau geraham belakang daripada yang pendek.



2. Pasta gigi yang salah
Jangan langsung percaya dengan pasta gigi yang diklaim mengandung berbagai bahan yang bermanfaat. Beberapa pasta gigi, khususnya yang didesain sebagai "tartar control" bisa menyebabkan abrasi. Pasta gigi yang mengandung butiran-butiran terasa kasar dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gusi menipis. Pasta gigi dengan fluoride sudah cukup untuk Anda.



3. Tidak menggunakan dental floss
Bakteri pada gigi dapat berkembang menjadi plak, penyebab utama lubang dan penyakit gusi, dalam 24 jam. Gunakan benang gigi sekali sehari untuk mengusir plak.



4. Sering minum minuman bersoda
Minuman berkarbonasi, alias minuman bersoda yang mengandung asam fosforik, yang lama-kelamaan dapat mengikis gigi. Jika kita biasa menikmati minuman ini, gunakan sedotan untuk meminimalisasi kontak langsung cairan tersebut dengan gigi. Jangan lupa gosok gigi sesudahnya.



5. Makanan yang meninggalkan noda
Enamel gigi itu seperti spons. Makanan atau minuman yang meninggalkan noda di piring atau cangkir, seperti kopi, teh, minuman berkola, saus marinara, atau kecap, juga akan membuat gigi berangsur menjadi kuning. Mintalah dokter gigi untuk melakukan perawatan laser whitening, bleaching, atau Prophy Power, prosedur baru dimana sodium bicarbonate (bahan pemutih yang lembut) dicampur dengan semburan air yang kuat untuk mengangkat noda tanpa menghilangkan enamel. Pasta gigi dengan pemutih memang bisa sedikit memutihkan gigi, tetapi cenderung terlalu tajam untuk enamel.



6. Doyan ngemil yang tidak sehat
Setiap kali kita makan sesuatu, apalagi yang manis atau mengandung tepung, bakteri yang biasa hidup di dalam mulut akan menciptakan asam untuk memecah makanan tersebut. Namun asam ini juga bisa menyerang gigi, menyebabkan gigi rusak. Sebagai gantinya, pilih buah-buahan dan sayuran yang renyah (seperti apel atau wortel) baik sebagai lauk maupun sebagai cemilan. Para ahli kesehatan gigi bahkan mempertimbangkan jenis makanan seperti ini sebagai sikat gigi alami karena efeknya pada plak yang bagaikan detergen. Mengunyah permen karet tanpa gula seperti Xylitol juga membantu mencegah lubang gigi, dengan meningkatkan aliran liur. Liur yang mengalir akan mengusir bakteri penyebab lubang gigi.



7. Menggunakan gigi sebagai alat bantu
Membuka kantong keripik yang terbuat dari aluminium foil dan melonggarkan simpul menggunakan gigi ternyata dapat menyebabkan gigi retak dan pecah, serta merusak perawatan gigi yang sedang dilakukan. Kebiasaan lain yang merusak gigi adalah mengunyah es batu, cokelat yang sudah membeku, atau permen.



8. Mengabaikan masalah gigi
Gusi berdarah, dan nafas berbau yang sudah kronis, adalah indikasi adanya penyakit gusi. Untuk mengatasi bau mulut, minumlah cukup air untuk menjaga kelembaban mulut, dan membuang kelebihan bakteri dengan pengerok lidah (banyak dijual di apotek). Untuk mencegah gusi berdarah, gosok gigi secara teratur dan gunakan benang gigi. Segera ke dokter bila gejala ini tak juga mereda.



9. Menghindari dokter gigi
Sangat disarankan untuk memeriksa kesehatan gigi dua kali dalam setahun, namun saran ini tampaknya cenderung diabaikan. Padahal, jika gusi mengalami masalah, setidaknya kita harus kontrol ke dokter setiap tiga bulan.




10. Mengabaikan masalah pada bibir
Tak peduli betapa baiknya kondisi gigi Anda, senyum Anda tak akan terlihat cerah bila bibir dibiarkan kering dan pecah-pecah. Kulit pada bibir, yang lebih tipis daripada kulit lainnya, cenderung akan kehilangan kelembabannya dan berubah seiring bertambahnya usia. Menggunakan lip balm dengan pelembab setiap hari akan sangat membantu agar bibir tidak kering

Parasetamol Berdampak Buruk bagi Batita?

Penggunaan parasetamol untuk bayi mungkin berhubungan dengan pengembangan alergi dan asma di kemudian hari. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi temuan ini.

"Penelitian lanjutan perlu, apalagi manfaat penggunaan parasetamol untuk pengendalian demam masih lebih besar daripada potensi pengembangan alergi di kemudian hari," kata Julian Crane, profesor di Universitas Otago Wellington dan penulis laporan ini.

Laporan yang telah muncul dalam jurnal Clinical and Experimental Allergy  didasarkan pada studi nasional mengenai asma dan alergi. Penelitian ini menyasar penggunaan parasetamol untuk 505 bayi di Christchurch dan 914 anak usia 5-6 tahun untuk melihat apakah mereka mengembangkan tanda-tanda asma atau sensitivitas alergi.

"Temuan utama adalah bahwa anak-anak yang menggunakan parasetamol sebelum usia 15 bulan (90 persen) lebih dari tiga kali lebih mungkin untuk menjadi peka terhadap alergen dan dua kali lebih mungkin mengembangkan gejala asma pada enam tahun daripada anak-anak tidak menggunakan parasetamol," kata Crane dalam sebuah pernyataan.

Penelitian ini menemukan bahwa hingga enam tahun, 95 persen dari sampel penelitian menggunakan parasetamol dan ada peningkatan risiko yang signifikan untuk asma dan mengi. Tapi temuan tergantung pada seberapa banyak parasetamol telah digunakan, dengan risiko lebih besar bagi mereka dengan gejala asma parah.Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Reuters

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/11/29/149400-parasetamol-berdampak-buruk-bagi-anak-usia-dini