Pages

Kamis, 02 Desember 2010

Mobil Terpendek di Dunia



Di balik bentuk uniknya yang terinspirasi oleh mobil pribadi Batman yakni Batmobile, mobil ini aman jika dikendarai.

Saking pendeknya, mobil yang dinamai flatmobile ini mendapatkan rekor dunia Guinness sebagai mobil terpendek pada 2008 lalu.

Dan akibat statusnya legal, flatmobile ini sah-sah saja digunakan di jalan raya. Flatmobile bisa menampung 2 penumpang saja, terdapat kemudi yang diletakan di sebelah kanan dan kaki-kakinya tetap mengusung 4 roda. Biar melaju cepat ala Batmobile, mesin jet DIY (buatan sendiri) dari Holset 685 turbocharger milik Volvo FL10 yang dipasang.

Ada juga head lamp yang fungsinya sama persis seperti mobil kebanyakan. Desain belakang sangat unik, terdapat knalpot besar yang bisa menyemburkan api layaknya mobil Batman.

Namun meskipun aman digunakan, ternyata pemiliknya tidak boleh mengendarai mobil tersebut pada malam hari dengan alasan keselamatan. Karena lampu head lampnya lebih rendah dari mobil lain. Wah jangan lupa pakai helm ya.

Sumber : kaskus.us

10 Sistem Pengaman Baru Pencegah Mobil Kecelakaan...agan dan aganwati wajib tau neh!!!

Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang dengan sangat pesat begitu juga dengan teknologi pengaman pada mobil sehingga dapat meminimalisir kecelakaan yang terjadi sehingga bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Nah berikut ini 10 teknologi yang bisa diandalkan untuk pengamanan pada mobil saat ini.

1. Rear Traffic Crossing

Ketika kita mundur dari tempat parkir tentunya dengan persneling mundur, pasti sangat sulit untuk melihat kendaraan yang berada dibelakang mobil apalagi kalau kita baru bisa mengendarai mobil atau dengan kata lain belum lancar.
Sistem radar, diaktifkan setiap saat mobil berada pada posisi mundur (lihat gambar), memperingatkan pengemudi jika ada mobil mendekat di belakang dengan memunculkan ikon dan bunyi yang tertentu.

2. Inflatable Seat Belts

Pada Generasi terbaru Ford Explorer, pada mobil-mobil yang di produksi pada tahun 2010 ke atas sudah ada fitur sabuk pengaman karet untuk melindungi penumpang kursi belakang.
Ketika sensor mendeteksi dampak kecelakaan, kantung udara di dalam sabuk pengaman ini berisi dengan gas dingin yang dikompresi, akan mengembang dan melindungi penumpang dari impact akibat tabrakan.

3. Enhanced Heads-Up Display

Teknologi ini menggabungkan kombinasi penggunaan navigasi night vision dan laser untuk menerangi jalan jika jalan tidak bisa terlihat jelas (berkabut). Kamera inframerah di dalam kendaraan mengidentifikasi di mana ujung jalan dan laser akan "menampilkan gambar" pada kaca depan pengemudi.

Sistem ini juga dapat mengidentifikasi hewan atau pejalan kaki yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Laser ini bahkan bisa menyorot tanda-tanda batas kecepatan.

4. Collision Warning with Brake Assist

Teknologi ini membantu pengemudi untuk menghindari tabrakan dengan mobil yang berada di depan. Sensor radar dapat mendeteksi kendaraan yang bergerak lambat di depan dan mengirim sinyal "visual heads-up" dan peringatan untuk memperingatkan pengemudi akan risiko tabrakan.

Jika pengemudi tidak bereaksi dengan cepat atau reflek, sistem ini bahkan dapat mengaktifkan rem secara otomatis. Sistem ini ada di beberapa mobil high-end, seperti Mercedes E-kelas, tetapi juga tersedia di Ford Taurus 2010.

5. Wrong Way Driver

Teknologi ini dikembangkan oleh BMW, teknologi ini burfungsi untuk memperingati pengemudi masuk ke jalur yang salah. Melalui sistem navigasi pada mobil, teknologi ini mengirim peringatan suara ataupun gambar jika berada pada jalur yang salah.
Jika pengemudi tetap berada di jalur yang salah, pada sistem navigasi akan muncul peringatan dan peta yang menandakan jalur yang salah.

6. Pedestrian Detection

Volvo S60 terbaru menyediakan sistem radar yang memperingatkan pengemudi jika mendeteksi ada pejalan kaki di depan mobil dan kemudian secara otomatis mengerem jika pengemudi gagal untuk merespon cepat.
Pengemudi pertama mendapat peringatan suara dikombinasikan dengan lampu flash di windshield. Teknologi ini dapat menghindari tabrakan dengan pejalan kaki pada kecepatan sampai sekitar 22 kilometer per jam. Pada kecepatan lebih cepat, itu setidaknya akan meminimalkan dampak tabrakan.

7. Blind-Spot Detection

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh volvo. Teknologi blind spot ini memperingati pengemudi jika ada kendaraan yang berada pada "blind spot" pengemudi. Sebuah icon mobil akan muncul pada kaca spion dan akan mengeluarkan bunyi yang beraturan.

8. Drowsiness Detector

Drowsiness / mengantuk seringkali terjadi pada pengemudi yang sedang dalam perjalanan jauh. Namun Marcedes benz telah mengembangkan teknologi pengingat / pemberitahu pada mobil seri E-Class tahun 2010nya.

Teknologi ini mampu memonitor 70 parameter yang berbeda untuk mendeteksi kelelahan. Jika penegemudi mengantuk terdeteksi, sebuah icon cangkir kopi dan tulisan "waktunya untuk beristirahat" muncul di panel dashboard mobil diiringi bunyi alarm untuk memperingati pengemudi agar tidak ketiduran sewaktu menyetir.

9. Traffic Jam Cam

Aplikasi ini memungkinkan pengguna melihat kondisi lalu lintas di jalan raya saat ini dan jalan-jalan utama melalui video, bukan mengandalkan laporan dari radio lalu lintas.

Sekarang ini dijual sebagai sebuah aplikasi untuk perangkat genggam portabel, tapi akhirnya bisa diintegrasikan langsung ke dalam kendaraan, dikembangkan oleh Visteon.

10. Lane Keeping Assist

Teknologi ini berfungsi untuk memperingati pengemudi agar tidak berpindah ke jalur lain. Dalam mobil Marcedes E-Class terbaru, terdapat kamera di kaca depan mobil yang berfungsi mengenali tanda-tanda di jalan (garis putih lurus / patah-patah). Jika sistem mendeteksi mobil berpindah jalur tanpa sengaja, roda kemudi akan akan bergetar tiga kali.

Tips Lima Cara Mendeteksi Pembohong Disekitar Kita




Berbohong merupakan salah satu perilaku tak baik yang paling umum dilakukan oleh semua orang. Terkadang, sebagian orang menutupi kebiasaan berbohong itu dengan alasan mereka berbohong putih alias berbohong demi kebaikan.

Dari semua perilaku manusia, mungkin berbohong adalah salah satu yang sulit dideteksi. Namun, ada lima hal yang dapat membantu Anda mendeteksi ketika seseorang berbohong, antara lain:

1.Gugup. Berbohong memiliki gejala yang hampir sama dengan ketegangan. Dalam berbagai situasi ketika kita berniat untuk berbohong, kita dapat merasa gugup, saat mencoba menutupi kesalahan. Cara mudahnya yaitu mengetahui sifat dasar seseorang kemudian mengetahui peredaannya. Jika seseorang biasanya terlihat santai, kemudian tiba-tiba sering berkedip dan melakukan gerakan mata yang tidak biasa, menjilat lidah dan menyentuh wajah dapat dijadikan ciri-ciri seseorang sedang berbohong.

2. Perhatikan bahasa tubuh. Amati bahasa tubuh gestur yang tampak menutupi bagian tertentu dari wajah atau tubuh. Menyentuh hidup merupakan ciri khas dari gejala ketegangan. Saat Bill Clinton bersaksi didepan juri mengenai hubungannya dengan Monica Lewinsky, tubuhnya secara alami melakukan bahasa tubuh yang normal ketika menjawab dengan benar. Namun, ketika dia dipaksa lebih jauh mengenai hal itu, dia tampak menyentuh hidungnya setiap empat menit. Totalnya, sekitar 26 kali.

3.Gelisah berlebihan. Perhatikan jika seseorang yang Anda curigai berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya. Jika Anda tengah berbohong dan ingin menutupinya, kontrol pandangan Anda dan tempatkan tangan Anda dengan tenang tanpa terlihat tidak alami.

4. Senyum berlebihan. Disamping dari tampilan menyeringai khas pembohong, studi menemukan orang tersenyum lebih banyak ketika mereka mengatakan yang sebenarnya.

5. Percaya pada naluri Anda. Seringkali kita bisa mendeteksi seseorang berbohong secara intuisi dibandingkan secara ilmiah. Mungkin benar jika pepatah kuno mengatakan, jika Anda mencurigai seseorang berbohong, mungkin Anda benar.

sumber : republika

Cara Diet Baru : Matikan Lampu di Malam Hari Jika Ingin Cepat Kurus




Keberhasilan diet lebih banyak ditentukan pada malam hari. Meski sudah membatasi makan saat hari sudah mulai gelap, upaya menurunkan berat badan masih bisa gagal jika cahaya lampu terlalu terang. Mengapa bisa begitu?

Penelitian di Ohio State University mengungkap bahwa cahaya terang dapat mengubah sistem metabolisme tubuh. Perubahan itu terjadi karena jam biologis atau ritme sirkardian mudah terpengaruh oleh adanya cahaya.

"Obesitas ternyata dipengaruhi oleh cahaya terang di malam hari, sebagai faktor alami yang berkaitan dengan jam biologis," ungkap Dr Laura Froken yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (12/10/2010).

Ketika melakukan eksperimen dengan tikus, Dr Froken mendapati tikus-tikus cenderung lebih gemuk saat kandangnya selalu diterangi lampu. Padahal pola makan tidak ada yang berubah, demikian juga aktivitas fisiknya.

Terdapat selisih yang cukup signifikan antara berat badan rata-rata antara tikus yang kandangnya selalu terang dengan tikus yang kandangnya gelap di malam hari. Dalam 8 pekan, perbedaan itu mencapai 30 persen.

Meski percobaan itu dilakukan pada tikus, namun hal ini semakin menguatkan anggapan bahwa malam hari adalah saat paling menentukan bagi keberhasilan diet. Makan malam misalnya, lebih mudah menyebabkan gemuk dibandingkan makan siang meski dalam porsi yang sama.

Selain itu, menonton TV dan bermain game hingga larut malam juga sering disebut-sebut sebagai pemicu obesitas. Meski tidak mempengaruhi metabolisme, kedua aktivitas ini kurang melibatkan gerak tubuh sehingga lemak lebih mudah terbentuk.

smbr: detik.com