Pages

Sabtu, 04 Desember 2010

Kebiadaban Kita Dalam Perlakukan Satwa Langka Diekspose Dunia

Mungkin tidak sedikit dari kita pernah lihat foto-foto seperti dibawah ini, dimana satwa langka yang dilindungi diperlakukan kurang baik, kalau manusiawi rasanya kurang tepat karena mereka hewan, tapi apakah karena alasan itu lalu manusia berhak sewenang wenang memperlakukan mereka, apalagi satwa yang sangat langka dan dilindungi.
Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Seperti dikutip ruanghati.com dari Daily Mail edisi terbaru, dilaporkan seekor anak orang utan dan induknya diperlakukan sangat keji di sebuah daerah di Kalimantan Tengah tepatnya di dekat sungai Pinyuh. Binatang langka yang mustinya dilindungi ini diikat dan dijadikan bahan tontonan setelah oleh warga setempat satwa langka ini berhasil ditangkap karena dikuatirkan akan bisa menggangu lahan mereka.
Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Nah siap yang salah, warga yang punya lahan, atau manusia yang serakah merambah tempat tinggal orang utan? Seperti diketahui bersama maraknya ilegal logging dan deforestasi hutan besar-besaran sangat mengancam habitat satwa langka yang hampir punah. Eksploitasi hutan dengan alasan ekonomi seolah dibenarkan walau tak memperhatikan kaidah kelangsungan hidup satwa dan sumber daya hayati lainnya.
Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Terlihat dalam foto-foto ini kegiatan illegal logging yang masih terjadi dan seolah dibiarkan terjadi oleh aparat berwenang. Juga terlihat sisa-sisa penggundulan hutan besar-besaran dengan dalih pembukaaan lahan pertanian di lahan gambut di Kalimantan Tengah di masa pemerintahan Orde Baru yang kini mangkrak tak terurus, betapa hebatnya kerusakan hutan kita sekarang.
Kekejaman kita pada satwa dilindungi
Lalu apa yang kita tinggalakan sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak? Kemana pemerintah kita saat semua ini terjadi, diam seribu bahasa, atau membiarkan oknum-oknum aparatur negara ikut terlibat dalam kejahatan lingkungan hidup?
Kekejaman kita pada satwa dilindungi

Kasus Guru SD Tapanuli Paksa Murid Oral Seks

Guru seharusnya menjadi panutan bagi muridnya. Tetapi hal ini tidak bagi seorang guru SD di Tapanuli Tengah.

Sang guru tega menyuruh dan memaksa 2 orang siswinya untuk melakukan oral seks terhadap dirinya. Lebih parah lagi oral seks tersebut dilakukannya didepan kelas dan disaksikan oleh murid-murid yang lain.

Untuk menutupi tindakan bejat tersebut sang guru mengancam murid-muridnya jika melaporkan tindakannya yang menyimpang tersebut.

Kasus ini terbongkar setelah salah seorang teman korban melaporkan kepada orang tuanya. Kemudian meminta konfirmasi kepada siswi korban tersebut dan melaporkannya kepada polisi.

Kontan saja hal ini memicu kritik pedas terhadap guru tersebut karena sudah melakukan pelecehan seksual sekaligus menjatuhkan citra guru.

Saat ini kasus tersebut sedang ditangani pihak yang berwajib.

Sepasang Hacker Bobol, Foto dan Video Seks 50 Artis Top

Sepasang Hacker Bobol, Foto dan Video Seks 50 Artis Top - Sepasang hacker atau peretas dari Jerman berhasil membobol komputer 50 artis top dunia melalui virus Trojan. Para hacker itu diduga telah mengambil musik terbaru yang belum dirilis, kartu kredit, e-mail, dan gambar telanjang para artis tersebut.

Polisi melacak keberadaan dua peretas berusia 17 dan 23 tahun itu, dan menangkapnya setelah para peretas membual di internet terkait dengan keberhasilannya. Diduga, para peretas itu telah mengambil lagu-lagu terbaru dan video seks bintang terkenal, seperti Lady Gaga, Rihanna, dan Justin Timberlake

Para peretas itu juga menghadapi tuduhan pemerasan setelah berhasil mengantongi berbagai koleksi foto dan video seks para bintang top dunia tersebut. Dua peretas asal Duisburg, Jerman, itu mengakui kesalahannya di depan polisi setempat.

Penyelidikan dan pengembangan kasus ini melibatkan FBI dan Federal Police Service Jerman.

Sven Kilthau dari Universal Music Jerman yang bertanggung jawab atas publisitas bintang Lady Gaga dan Rihanna, mengatakan, kekhawatirannya. "Ini benar-benar menakutkan, seseorang tidak bisa merasa aman di mana pun berada," katanya, seperti dikutip Telegraph, Kamis (2/12/2010)

Polisi mensinyalir, kedua peretas menerobos komputer para artis top dunia itu dengan memanfaatkan virus Trojan, kemudian menguasai dan mengacak-acak isi komputer.

Bahkan gambar telanjang penyanyi Amerika Serikat, Kesha, telah diambil dan kemudian dipakai untuk memeras. Beruntung, Kesha (24) batal mengirim uang tebusan.

Tuduhan yang lebih bahaya, pasangan peretas itu telah mengambil lagu-lagu terbaru yang belum dirilis untuk kemudian dijual secara ilegal kepada produser gelap, alias pembajakan yang mendahului launching. Bisa dibayangkan berapa besar kerugiannya.

Kejahatan dunia maya ini telah membuat takut para manajemen yang mengelola publikasi para artis top dunia karena khawatir hal-hal sangat pribadi bisa dipulikasikan tanpa sepengetahuan pemiliknya, selain hak cipta mereka dilanggar

Siswi di Kota Malang Siap Tes Keperawanan

Seluruh siswa SMKN 3 Kota Malang menggelar tanda tangan bersama dalam spanduk berukuran 15 meter. Isinya menolak seks bebas yang marak terjadi di Indonesia. Para siswa tersebut juga tidak menolak bila digelar tes keperawanan sebagai bentuk penolakan terhadap praktik seks bebas di kalangan pelajar.

Sri Wahyuni (15), salah satu siswi kelas 10 jurusan Busana di SMKN 3, mengaku ikut aksi tanda tangan itu sebagai wujud kesepakatan untuk menolak seks bebas. ”Pacaran itu boleh, tetapi kalau sampai menjurus ke seks bebas tentu saja tidak,” ujarnya di sekolahnya, Jumat (3/12).

Dia menambahkan, seluruh siswi yang ikut tanda tangan juga mengusulkan kepada pemerintah di Kota Malang untuk melakukan tes keperawanan kepada masing-masing sekolah. Tujuannya agar para pelajar tidak tercemar dengan aksi seks bebas.

Sri menambahkan, bila seorang siswi masih perawan tidak akan takut menghadapi tes keperawanan. ’’Sejak dulu tak pernah ada tes keperawanan di sekolah-sekolah. Kalau digelar setiap tahun, pelajar akan takut melakukan seks bebas dengan pacarnya,” imbuh Sri.

Guru Konseling SMKN 3 yang juga penggagas tanda tangan massal, Tantiana Rantisa, mengatakan, tidak perlu sampai ada tes keperawanan di sekolahnya. Salah satu cara yang efektif adalah memberi pemahaman tentang bahaya seks bebas. ’’Seharusnya sejak dini generasi kita itu sudah diberi pelajaran tentang seks. Tujuannya agar tidak bermain-main dengan seks, apalagi seks bebas sangat mengkhawatirkan,” tukas Tantiana.

Selain itu, salah satu cara yang efektif lainnya adalah pemerintah menggelar Duta Tolak Seks Bebas. ”Bukan hanya Duta Cinta Lingkungan atau Duta Hewan. Tetapi harus ada Duta Anti Seks Bebas. Di sekolah kami, akhir Desember nanti akan menggelar lomba budi pekerti,” tuturnya.

Data dari Ikatan Waria Malang (Iwama) menunjukkan bila penderita HIV/AIDS di Malang tercatat 1.500 penderita. Ironisnya, 5 persen di antaranya ditengarai berasal dari kalangan pelajar. Jarum suntik penggunaan narkoba dan seks bebas menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV/AIDS ini.

Viru Devana, aktivis Iwama, mengatakan, bila hasil penelitian Iwama menunjukkan bila 30 persen pelajar di Kota Malang pernah melakukan seks bebas. ’’Data yang kami miliki, sebanyak 30 persen pelajar di Malang Raya pernah menjalani seks bebas,’’ kata Viru yang tidak tahu persis berapa jumlah pelajar di Malang Raya.

Menurut dia, selain lewat narkoba dan seks bebas, metode penularan melalui donor darah juga menjadi salah satu penyebab utama penularan HIV/AIDS. Sebanyak 22 persen darah yang didonorkan, terjangkit virus HIV/AIDS dan hepatitis A.

Sebelumnya, Amnesty International (AI), 11 November 2010, menyoroti tes kehamilan terhadap 300 siswi di SMKN I Magetan, 10 November 2010. Tes kehamilan itu bekerja sama dengan Dinkes setempat. Alasan pihak sekolah untuk mencegah seks bebas. Tes dilakukan kepada siswa kelas XI yang baru selesai praktik kerja industri.

AI melihat upaya-upaya melakukan tes keperawanan dan tes kehamilan telah mencoreng hak-hak dasar anak perempuan Indonesia. Sebelumnya, AI juga mengecam wacana untuk melakukan tes keperawanan pada calon siswi di Jambi yang dilontarkan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Bambang Bayu Suseno, September lalu.