Pages

Kamis, 02 Desember 2010

Bachdim: Pertandingan Semalam Seperti Mimpi

Striker tim nasional Indonesia, Irfan Haarys Bachdim jadi salah satu pemain paling menonjol di pertandingan melawan Malaysia, Rabu 1 Desember 2010 kemarin.
berstatus debutan, pemuda 22 tahun ini langsung menjadi starter mendampingi Christian 'El Loco' Gonzales di lini depan. Selain itu, Bachdim juga mencetak satu gol kemenangan Merah Putih di injury time. Ia mengenapkan skor akhir menjadi 5-1 untuk keunggulan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dielu-elukannya Bachdim ternyata berdampak hebat kepada sang pemain. Bahkan, pertandingan semalam membuatnya bagai bermimpi.
"Selamat pagi semua, saya sudah bangun, tapi kalau ingat pertandingan semalam rasanya masih mimpi. Terima kasih semuanya atas dukungan kalian," ujar Bachdim di akun Twitternya, Kamis 2 Desember 2010.

Akun Twitter milik pemuda 22 tahun keturunan Belanda ini sempat menjadi trending topic. Seusai pertandingan semalam, Irfan memiliki 25 ribuan follower, hingga Kamis sore sudah mencapai lebih dari 32 ribu follower.

"Tidak bisa berhenti memikirkan soal kemarin. Luar biasa, 5-1. Saya ingin berterima kasih pada seluruh Indonesia. INDONESIA membuat kami bangga, kami akan berjuang demi bangsa ini," tambah Bachdim dalam kicauannya. (one)
• VIVAnews

Anggota DPRD Berulah Lagi, Gadis Tidak Perawan Tidak Boleh Sekolah

 

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno, mengeluarkan wacana kontroversial soal penerimaan siswa baru (PSB) sekolah negeri di Jambi. Yakni, tes keperawanan bagi siswa lulusan SD-SMA. Jika tak lulus tes, alias tak perawan, seorang gadis tak bisa melanjutkan sekolah. Nah?
“Idenya sederhana. Bagi yang punya anak gadis, tentu takut anak-anaknya “dirusak” sebelum waktunya. Makanya, dengan tes keperawanan sebelum melanjutkan sekolah, anak-anak gadis otomatis bisa menjaga sendiri kehormatannya,” beber Bambang Bayu Suseno, beberapa waktu lalu.
Kemarin (19/9), Bambang kembali mengulang wacana itu. Tampaknya dia serius. Saking seriusnya, dia siap mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan wacana tersebut, yang, katanya, bakal dituangkan dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) Provinsi Jambi gagasan Komisi IV.
“Kalau perlu kita buat diskusi, semua boleh kasih pendapat. Memang kontroversial, tapi tujuannya kan baik, menjaga moral anak-anak kita,” jelasnya.
Bambang berpendapat, jika siswa yang terlanjur sudah menikah dilarang bersekolah di sekolah negeri, kenapa siswa yang tak perawan masih boleh bersekolah. Padahal, prakteknya hampir sama, siswi bersangkutan posisinya bukan lagi sebagai seorang gadis. Dasar hukumnya memang belum dipelajari lebih jauh oleh Bambang.
Aswan Zahari, Ketua Komisi IV, secara tidak langsung memberi dukungan atas wacana tes perawan pada PSB tersebut. Namun, Aswan terkesan enggan bicara banyak. “Perlu dibahas,” jelas Aswan, beberapa waktu lalu.
Menurut Bambang, selama ini pergaulan anak-anak remaja di Jambi kian memprihatinkan. Kedekatan lawan jenis semakin sulit diawasi orang tua. Pacaran yang menjurus ke arah eksploitasi seksual, dikhawatirkan sudah terjadi. Kondisi ini, tentunya membuat semua orang tua yang memiliki anak gadis, bakal cemas setengah mati. “Seperti saya, semua anak saya perempuan,” ujar polisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lagi.
Dinilainya, pengawasan sekolah, orang tua, sangat lemah terhadap pergaulan remaja saat ini. Makanya, tak ada pilihan lain selain menyerahkan pengawasan sepenuhnya kepada anak itu sendiri. Dari sana lah, muncul ide pembuatan ranperda tes keperawanan pada PSB.
Dengan tes keperawanan membayangi, tiap anak gadis secara otomatis bakal menjaga kegadisannya dengan sendiri. Dia tak mudah dipengaruh, tak mudah dibujuk dan tak mudah menyerahkan diri kepada pacar, teman atau pihak lain yang mencari keuntungan dari anak usia belasan.
“Sebab, kalau nanti dites, dan ternyata dia tidak perawan lagi, langsung dinyatakan tak bisa melanjutkan ke sekolah,” jelasnya.
Prakteknya nanti, siswi lulusan SD yang akan meneruskan pendidikan ke SMP, akan diterapkan tes keperawanan. Begitu pun lulusan SMP menuju SMA dan SMA menuju perguruan tinggi, semua harus lewat penjaringan tes keperawanan.
Akankah berlaku dalam waktu dekat” Soal ini, Bambang juga sudah mempunyai pemikiran antisipasi. Katanya, tes keperawanan pada PSB itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Perlu sosialisasi dan pelaksanaan yang bertahap.
Misalnya, tahun ini diterapkan untuk SD masuk SMP, “kalau anak-anak kan tak terlalu mengkhawatirkan, jadi bisa langsung diterapkan,” jelasnya.
Tahun berikut, baru dilanjutkan SMP masuk SMA dan SMA masuk PT. Secara garis besar, wacana ini memang perlu dibahas lebih dalam lagi. Aturan-aturan yang dibuat nanti, harus tidak bertentangan dengan undang-undang. Jika ranperda tes keperawanan pada PSB bisa ditelurkan Jambi, sudah pasti Jambi bakal jadi provinsi yang pertama punya peraturan seperti itu. “Intinya, perlu didiskusikan lagi,” jelasnya.
Terpisah, Sudirman, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, sempat mengemukakan beberapa pandangan soal wacana itu. Menurut Sudirman, ranperda tes keperawanan pada PSB, kemungkinan bisa melanggar hak azasi manusia. Selain itu, ada beberapa peraturan perundang-undangan yang juga dilanggar. Seperti undang-undang pendidikan.
“Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, ini amanat undang-undang loh. Jadi, siapapun, baik perawan atau tidak, berhak bersekolah,” beber Sudirman, beberapa hari lalu.
Meski begitu, Sudirman tetap memberi peluang wacana itu berkembang. Apalagi, perda inisiatif adalah hak dari anggota dewan. “Tapi perlu dipelajari lagi lah, walaupun tujuannya bagus,” jelasnya.
Sementara, Sulaiman Abdullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, ketika dikonfirmasi soal wacana pembuatan ranperda itu, langsung menyambut baik. Katanya, moral remaja memang perlu dipelihara.
Tes keperawanan pada seleksi masuk sekolah, bisa saja diterapkan. Dan perda yang mengatur itu, boleh saja dirancang, “asal tidak melanggar aturan yang ada,” tandasnya.

Review Pertandingan Indonesia VS Malaysia


Langkah awal yang indah bagi Timnas Indonesia di ajang AFF 2010, sebuah langkah dan hasil yang tak pernah disangka oleh sebagian orang. Pada laga perdana penyisihan Grup A turnamen antarnegara di Asia Tenggara tersebut, Rabu (1/12/2010) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pasukan "Merah Putih" mengganyang Malaysia dengan kemenangan 5-1.

Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A. Firman Utina dan kawan-kawan mengungguli Thailand dan Laos, yang membuntutinya, setelah kedua tim bermain imbang 2-2. Adapun Malaysia kini menghuni dasar klasemen alias menjadi juru kunci.

Selanjutnya, Indonesia akan bertemu Laos dalam laga kedua penyisihan grup. Sementara itu, Thailand menghadapi Malaysia. Duel tersebut akan berlangsung di Gelora Bung Karno pada Minggu (5/12/2010).

Kesuksesan Indonesia ini juga menjadi panggung aksi bagi dua pemain naturalisasi, Christian "El Loco" Gonzales dan Irfan Haarys Bachdim. Pasalnya, dua pemain tersebut masing-masing menyumbang satu gol untuk melengkapi pesta gol pasukan besutan Alfred Riedl.

Meskipun akhirnya bisa pesta gol, kubu Indonesia sempat berada dalam ketegangan dan kekhawatiran. Saat pertandingan memasuki menit ke-18, Malaysia mengoyak jala Markus Horison lewat tendangan keras Norshahrul Idlan bin Talaha dari dalam kotak penalti. Pemain ini memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia dalam mengantisipasi umpan silang dari sayap kiri. Oleh sebab itu, Idlan tak terkawal dan dengan mudah mencetak gol.

Namun, keunggulan Malaysia tersebut hanya bertahan tiga menit. Serangan yang dibangun dari sayap kiri berbuah gol bunuh diri karena bola umpan silang ke mulut gawang justru membentur kaki pemain belakang Malaysia, dan menggetarkan jala gawang yang dikawal Mohd Sharbinee Allawes Bin Ramli.

Gol tersebut memantik semangat pasukan Indonesia sehingga serangan yang dilakukan kian gencar. Alhasil, pada menit ke-33, Gonzales dapat giliran mengambil bagian dalam pesta kemenangan atas negeri jiran tersebut. Striker dengan julukan "El Loco" ini membuktikan kapasitasnya sebagai peraih tiga kali top scorer liga Indonesia karena dengan ketenangannya, dia menceploskan bola ke sisi kanan gawang, tanpa bisa dijangkau kiper. Skor 2-1 bertahan sampai jeda.

Memasuki paruh kedua, Indonesia tak menurunkan tempo permainan. Memegang kendali permainan, pasukan "Garuda" terus mengancam pertahanan Malaysia, sampai tercipta gol ketiga pada menit ke-52, lewat tendangan Muhammad Ridwan, yang lebih dulu melakukan kerja sama satu-dua dengan Ahmad Bustomi.

Pada menit ke-75, Arif Suyono menambah keunggulan Indonesia menjadi 4-1. Masuk sebagai pemain pengganti (gantikan M Ridwan), Arif tak butuh waktu lama untuk menyumbang gol karena dia hanya perlu tiga menit berada di dalam lapangan pertandingan sebelum mengoyak jala Malaysia.

Memasuki injury time, giliran Bachdim yang melengkapi pesta gol Indonesia. Pemain Persema Malang yang tampil cukup dominan sepanjang pertandingan ini memaksimalkan umpan silang dari sayap kiri, lewat sambaran ke mulut gawang yang tidak terkawal lagi. Skor akhir 5-1.

Tes HIV Memakai Ponsel

Dalam waktu tak lama lagi, bagi mereka yang gemar berganti pasangan, tak perlu malu untuk segera memeriksakan kesehatan diri.


Sebab, nantinya, Anda bisa melakukan tes sendiri untuk mendeteksi apakah telah tertular penyakit kelamin seperti HIV atau sifilis dengan menggunakan telepon seluler.


Tapi, jangan khawatir, Anda tentunya tak perlu mengguyur ponsel Anda dengan air seni atau air liur untuk melakukan tes tersebut.


Sebuah proyek bernama eST12 dan dikepalai Tariq Sadiq dari St George's University, London, Inggris, tengah mengembangkan chip yang dapat mendeteksi kemungkinan adanya penyakit kelamin menular di air liur, urin, dan darah.


Dana sebesar US$ 6,5 juta atau sekitar Rp 57,8 miliar sudah mereka dapatkan untuk membuat chip tersebut.
Chip, yang tentunya harus dibasahi oleh air seni atau air liur, itu akan terkoneksi dengan ponsel untuk dilakukan proses pengujian. Tak perlu lama untuk mengetahui hasilnya. “Hanya 5 sampai 15 menit,” kata Sadiq.


Saat ini sudah ada prototipe chip tersebut. Ukurannya mirip kartu memori Flash. Soal harga, menurut Sadiq, sekitar US$ 15-30 atau Rp 133-267 ribu per chip. Tapi jika sudah diproduksi masal harganya bisa turun hingga US$ 3 atau Rp 26 ribu per chip